Tabanan – Lima orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan tampil pada babak final Lapas Tabanan Idol setelah berhasil melewati tahap penyisihan, Jumat (14/08). Panggung tersebut menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka di bidang tarik suara meskipun berada dalam keterbatasan ruang gerak.
Kelima finalis tampil bergantian membawakan 1 lagu wajib serta 1 lagu pilihan mereka. Setiap peserta berusaha memberikan penampilan terbaik dengan olah vokal dan penghayatan yang mampu menghibur penonton yang hadir.
Persaingan berlangsung cukup ketat hingga akhirnya dewan juri menetapkan Kadek GS. sebagai juara Lapas Tabanan Idol tahun 2026. Meski demikian, bagi para peserta, kesempatan untuk tampil menjadi bagian penting dari pengalaman mereka dalam menyalurkan minat dan bakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengapresiasi penampilan seluruh peserta yang dinilainya mampu menunjukkan kemampuan vokal dengan baik.
“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang sudah memberikan penampilan terbaik. Mereka menunjukkan bahwa bakat dan minat tetap dapat berkembang meskipun berada di balik jeruji. Lapas harus mampu memberikan ruang bagi potensi yang mereka miliki lewat kreativitas yang dimiliki,” ujar Prawira.
Pemenang lomba, Kadek GS mengaku tidak terlalu memikirkan hasil ketika tampil. Ia hanya berusaha untuk menikmati musik sekaligus memberikan hiburan. “Saya hanya menikmati setiap alunan nada saat bernyanyi. Menang atau kalah bukan yang utama bagi saya. Saya ingin menghibur teman-teman Warga Binaan sekaligus ikut merayakan dan memaknai Hari Kemerdekaan,” tuturnya.
Lapas Tabanan Idol menjadi gambaran bahwa keterbatasan tempat dan status tidak harus membatasi kreativitas. Ketika ruang untuk berekspresi diberikan, bakat tetap dapat tumbuh dan menjadi bagian dari proses pembinaan yang positif.
Kontributor: Humas Lapas Tabanan










