Bali | “Kita harus berpikir jernih dan objektif. Jangan karena dugaan ulah oknum, lalu seluruh pegawai imigrasi dianggap buruk. Itu tidak adil dan tidak sesuai fakta,” tegas Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang atau yang akrab disapa Donnox Wong.
Menurut Donnox, masyarakat harus melihat persoalan secara utuh. Di tengah adanya sorotan terhadap dugaan kasus yang sedang dikembangkan aparat penegak hukum, juga terdapat banyak capaian positif yang dilakukan jajaran imigrasi bersama instansi terkait dalam menjaga Bali.
“Banyak keberhasilan yang tidak boleh kita tutup mata. Mulai dari pengamanan WNA yang diduga terlibat kejahatan internasional, penanganan buronan yang masuk daftar Interpol, hingga pengawasan orang asing. Semua itu bukan kerja satu institusi saja, tetapi hasil sinergi antara Imigrasi, Polri, Bea Cukai, Kejaksaan, serta aparat penegak hukum lainnya,” ujar Donnox.
Donnox menilai, belakangan ini banyak pihak bersuara di ruang publik, baik dari kalangan birokrat maupun politik, yang memberikan kritik keras terhadap institusi imigrasi. Namun ia mengingatkan agar kritik tetap berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar membangun opini yang dapat memperkeruh suasana.
“Silakan mengkritik, itu hak semua orang. Tetapi jangan sampai karena kepentingan tertentu atau mencari perhatian politik, akhirnya seluruh institusi dicap buruk. Yang salah harus diproses, tetapi yang bekerja baik juga harus dihargai,” tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan dugaan kasus yang menjadi perhatian KPK di Bali. Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa proses hukum masih berjalan dan semua pihak tetap memiliki asas praduga tak bersalah.
“Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan dibuktikan melalui proses hukum. Jangan langsung memvonis semua pejabat atau pegawai imigrasi melakukan korupsi, pungli, atau pemerasan. Itu tidak benar kalau belum ada putusan hukum,” katanya.
Terkait kedatangan KPK ke Bali, Donnox menegaskan masyarakat harus memahami konteks persoalan. Menurutnya, pengembangan perkara tidak bisa langsung dikaitkan dengan seluruh pegawai imigrasi yang saat ini bertugas.
“Publik harus cerdas melihat persoalan. KPK bekerja berdasarkan pengembangan perkara, data, dan bukti. Jangan semua orang yang ada di dalam institusi diseret opini negatif,” ujarnya.
Donnox juga meminta para wakil rakyat dan tokoh publik agar memberikan edukasi yang menenangkan masyarakat, bukan memperbesar kegaduhan.
“Kalau memang punya data atau bukti, silakan laporkan kepada KPK atau aparat penegak hukum. Jangan hanya berbicara di media sosial dan membangun persepsi seolah semuanya sudah terbukti,” tegasnya.
Menurutnya, Bali memiliki tantangan besar dalam menjaga citra pariwisata internasional. Semua pihak seharusnya fokus mencari solusi, termasuk menjaga Bali dari berbagai persoalan sosial, lingkungan, maupun kejahatan yang merugikan masyarakat.
“Jangan hanya ramai ketika api sudah besar. Pertanyaannya, selama ini ke mana? Apakah hanya muncul ketika isu sedang viral? Masyarakat Bali harus melihat siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya mencari panggung,” sindir Donnox.
Ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tetap kritis namun bijaksana.
“Kita bicara berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar omongan. Jangan mudah diadu domba. Masyarakat Bali sudah cerdas dan mampu menilai mana perjuangan nyata dan mana yang hanya mencari sensasi,” pungkas Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang alias Donnox Wong.











