Bali – Forum Gerakan Adat Senusantara ( FORGAS ) melaksanakan HUT ke 3 berlangsung di Gedung Jaya Saba Gubernur Bali mengusung tema ” Strategi Ngamargiang Sat Kerthi Loka Bali Ngajegang Tradisi Adat lan Budaya Nusantara”
Hadir di acara tersebut Wagub Bali,Pimpinan Forkompimprob Bali,Forum Kerukunan Umat Beragama,Ratu Penglingsir,Polda Bali,Pangdam IX/ Udayana,Bendesa se Bali serta pengurus DPC Forgas se Bali
Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd selaku ketua pelaksana HUT FORGAS mengatakan bahwa FORGAS merupakan Organisasi kemasyarakatan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Hindu dharma Indonesia akan pentingnya menjaga budaya adat dan ajaran agama Hindu Nusantara,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai organisme yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian adat budaya tradisi dan kearifan lokal Nusantara merupakan panggilan kesadaran dan sebuah penegasan terhadap sikap politik adat agama Hindu Bali yang berakar pada pandangan hidup manusia
” Mempertahan hubungan komunikasi dan pengendalian antara pengurus dan anggota keluarga dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah” terang Ketua Panitia.Pada pelaksanaan hari ulang tahun ke-3 kami mohon dengan hormat Gubernur untuk memberikan arahan ” terangnya
Ditambahkan Ketua DPD Forgas Bali
Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H menyampaikan bahwa Forgas yang aktif bergerak di bidang adat istiadat dan budaya bali kita dipercaya masyarakat sebagai pelestari ada penjaga kearifan lokal dan garda terdepan menolak ajaran dan ormas aliran asing yang tidak sesuai dengan kultur masyarakat Bali
Dengan mengusung tema ” Strategi Ngamargiang Sat Kerthi Loka Bali,Ngajengang Tradisi,Adat lan Budaya Nusantara” ini adalah komitmen di usia ketiga ini terus semakin solit ,semakin dewasa dan semakin bijak, kontribusinya bukan ormas yang mencari keributan
Di ulang tahun ke 3 tahun, kita berdiri tanpa lelah di lapangan ingat jati diri kita dengan Nusantara tujuan kita jelas melestarikan dan melindungi anak muda Bali dari pengaruh asing.
” Kalau bukan kita yang jaga bali siapa lagi,jangan biarkan anak muda lupa dengan bahasa dan aksara Bali, jaga Marwah Pancasila,menangkal pengaruh yang mengancam nilai-nilai Pancasila”
Wagub Bali Giri Prasta mengutip Presiden Republik Indonesia pertama beliau sempat mengatakan bahwa kalau menjadi Islam jangan menjadi orang menjadi Kristen jangan menjadi orang Yahudi kalau menjadi jangan menjadi orang India jadilah orang nusantara
Giri Prasta juga menekankan pentingnya sinergi dengan desa adat serta pengkaderan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan melupakan warisan budaya leluhur dalam hal ini pemerintah merupakan garda terdepan untuk menjaga keajegan Sat kertha Loka Bali
Seluruh jajaran pengurus juga diingatkan untuk tetap kompak, santun dan tegas dalam menjalankan tugas serta menjaga marwah organisasi.
Momentum tiga tahun FORGAS menjadi penanda perjalanan pengabdian organisasi dalam menjaga adat dan budaya, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap kehidupan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Wagub Bali: Kemajuan Jangan Mengikis Akar Budaya
Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga identitas sebagai masyarakat Nusantara di tengah keberagaman agama, suku dan budaya.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, menurutnya, harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga menyoroti pentingnya toleransi dan kebersamaan sebagai kekuatan bangsa. Berbagai kontribusi dalam pembangunan tempat ibadah lintas agama menjadi salah satu contoh bagaimana keberagaman dapat dirawat melalui semangat persatuan dan keputusan bersama.
Menurutnya, kemajuan dan pembangunan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan budaya serta akar tradisinya, khususnya Bali yang memiliki kekayaan spiritual dan budaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas Nusantara.
Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama










