Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Penting untuk Perkuat Daya Saing Pariwisata

Thursday, 25 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR | Pernyataan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko beberapa hari lalu, yang meminta pemerintah mengevaluasi rencana perluasan Bebas Visa Kunjungan (BVK) dengan alasan kebijakan serupa pada 2016, tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan devisa dan berpotensi menimbulkan risiko keamanan, dinilai perlu dilihat secara komprehensif.

Pengamat Komunikasi Publik dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja, menilai pernyataan Hendarsam Marantoko, yang menyimpulkan bahwa BVK tidak secara langsung menaikkan penerimaan devisa negara, adalah spectrum pendekatan yang terlalu sempit.

Menurut dia, tujuan utama kebijakan bebas visa bukanlah meningkatkan pendapatan dari biaya visa, melainkan memperbesar arus wisatawan mancanegara, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, serta menciptakan efek berganda bagi sektor ekonomi nasional.
‘Harus seperti itu perspektifnya. Jangan buru-buru menilai dari cara pandang keimigrasian saja. Lihatlah juga data-data tentang capaian peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia saat kebijakan serupa diterapkan tahun 2015-2016. Jangan abaikan itu,’ ujar Emanuel saat Ditemui di Denpasar pada Rabu, 24 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, data statistik kunjungan wisata setelah pemerintah menerapkan kebijakan bebas visa secara luas pada 2015–2016, menunjukan peningkatan yang signifikan, hingga mencapai lebih dari 16 juta kunjungan pada 2019 sebelum pandemi COVID-19 melanda. Kebijakan tersebut sejak awal memang dirancang untuk meningkatkan daya saing destinasi Indonesia dibanding negara-negara tetangga yang juga menerapkan kemudahan akses masuk bagi wisatawan.

Jurnalis senior yang kini memimpin beberapa Media online dan kerap tampil di beberapa stasiun TV memberikan perspektif redaksi terhadap beberapa isu pembangunan dan masalah sosial ini menegaskan, Pemerintah Indonesia harus lebih tangkas dan taktis menyikapi persaingan global seperti sekarang ini.
Sebab, keberhasilan kebijakan pariwisata tidak dapat diukur semata dari penerimaan biaya visa. Pengeluaran wisatawan untuk hotel, restoran, transportasi, hiburan, UMKM, hingga ekonomi kreatif justru menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibanding penerimaan langsung dari pembayaran visa.
“Jika seorang wisatawan membayar visa Rp 500 ribu tetapi batal datang karena prosedur yang dianggap tidak praktis, negara justru berpotensi kehilangan jutaan rupiah dari belanja wisatawan. Lihatlah sejumlah negara tujuan wisata utama dunia seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, ya pariwisatanya maju. Negara-negara itu sudah lama memanfaatkan kebijakan bebas visa sebagai instrumen untuk meningkatkan daya tarik destinasi dan memperkuat konektivitas internasional,’ tegasnya.
Dalam konteks itu kata Pria yang akrab disapa Edo ini, daya saing pariwisata Indonesia jangan hanya hanya diukur dari soal visa, tetapi juga dari international openness atau keterbukaan terhadap dunia internasional.
‘Ini salah satu perspektif yang tidak bisa diabaikan kalau kita benar-benar ingin jadi pemenang dalam persaingan global,’ katanya.

Maka, menurutnya Imigrasi juga harus melihat perspektif lain yang positif bagi pariwisata Indonesia.
‘Kebijakan BVK itu kan punya banyak skema dalam implementasinya. Negara-negara lain seperti Korea Selatan, menerapkan bebas visa untuk group. Jadi yang lebih dari tiga orang diberikan bebas visa. Sekarang laris dia. Cina juga, memberikan bebas visa untuk wisatawan transit. Vietnam memberikan bebas visa untuk destinasi tertentu. Jadi banyak skema bebas visa yang bisa diimplementasikan,’ tutupnya.

Berita Terkait

Pawas Polsek Tabanan Pimpin Pengamanan Kunjungan Staf Kementerian Lingkungan Hidup RI di TPS3R Desa Dauh Peken
Respon Cepat Pengaduan Call Center 110, Polsek Seltim Tangani Laka Lantas Tunggal di Desa Bantas
Wakapolres Tabanan Hadiri Apel Penguatan Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, 439 Petugas Resmi Dilepas
Respon Cepat Pengaduan Call Center 110, Polsek Seltim Tangani Laka Lantas Tunggal di Desa Bantas
Patroli SPBU Jelijih, Polsek Seltim Pastikan Ketersediaan BBM Aman dan Situasi Kamtibmas Kondusif
Patroli Dialogis dan KRYD Polsek Seltim, Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Satresnarkoba Polres Klungkung Ungkap Kasus Sabu di Desa Pikat, Pria 36 Tahun Diamankan
Personel Polsek Kintamani Amankan Iring-Iringan Ida Bhatara Pura Batur ke Pura Jati

Berita Terkait

Thursday, 25 June 2026 - 12:14

Pawas Polsek Tabanan Pimpin Pengamanan Kunjungan Staf Kementerian Lingkungan Hidup RI di TPS3R Desa Dauh Peken

Thursday, 25 June 2026 - 12:11

Respon Cepat Pengaduan Call Center 110, Polsek Seltim Tangani Laka Lantas Tunggal di Desa Bantas

Thursday, 25 June 2026 - 12:07

Wakapolres Tabanan Hadiri Apel Penguatan Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, 439 Petugas Resmi Dilepas

Thursday, 25 June 2026 - 12:05

Respon Cepat Pengaduan Call Center 110, Polsek Seltim Tangani Laka Lantas Tunggal di Desa Bantas

Thursday, 25 June 2026 - 12:03

Patroli SPBU Jelijih, Polsek Seltim Pastikan Ketersediaan BBM Aman dan Situasi Kamtibmas Kondusif

Berita Terbaru