Bangli – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli melaksanakan operasi gabungan sebagai upaya memperkuat deteksi dini serta mencegah peredaran narkotika, telepon seluler, dan pelanggaran keamanan di lingkungan Lapas. Kegiatan melibatkan unsur Aparat Penegak Hukum (APH) dan jajaran Lapas Narkotika Bangli, dengan pelaksanaan penggeledahan pada blok hunian, Rabu (23/09/2026).
Operasi gabungan tersebut melibatkan personel Komando Rayon Militer (Koramil) Susut Bangli, Kepolisian Sektor (Polsek) Susut Bangli, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Pelaksanaan turut didukung oleh petugas pengamanan dan seluruh pegawai Lapas Narkotika Bangli. Kedatangan dan pelaksanaan kegiatan disambut langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Dody Naksabani, bersama jajaran.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan penggeledahan pada blok hunian sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas Lapas bersama personel TNI, Polri, dan BNNK Gianyar. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang-barang yang signifikan maupun telepon seluler.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain penggeledahan, BNNK Gianyar turut melaksanakan deteksi dini melalui pemeriksaan urine secara acak terhadap 40 orang yang terdiri dari 30 warga binaan dan 10 petugas Lapas, yang dilaksanakan oleh petugas medis Lapas Narkotika Bangli serta petugas BNNK Gianyar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif.
Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan operasi gabungan dan komitmen jajaran Lapas Narkotika Bangli dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika, pungutan liar, dan telepon seluler.
“Dari hasil penggeledahan tidak ditemukan barang yang signifikan maupun telepon seluler. Hasil tes urine terhadap 10 petugas dan 30 warga binaan yang dipilih secara acak juga seluruhnya negatif. Kami mengapresiasi komitmen Lapas Narkotika Bangli dan berharap sinergi ini semakin kuat,” ungkap Sudirman.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Bangli, Dody Naksabani, menyampaikan bahwa operasi gabungan menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika serta barang terlarang.
“Kami berkomitmen menjaga Lapas tetap aman dan bersih dari narkotika maupun barang terlarang. Sinergi dengan TNI, Polri, dan BNNK menjadi penguatan penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNK Gianyar juga menyerahkan Sertifikat Lingkungan Kerja Bersih Narkoba kepada Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. Sertifikat tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada pimpinan dan pegawai atas pelaksanaan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan Lapas Narkotika Bangli.
Kepala BNNK Gianyar, Sudirman menyampaikan bahwa pemberian sertifikat tersebut merupakan bentuk penghargaan atas komitmen jajaran Lapas dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.
Pelaksanaan operasi gabungan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli akan terus memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, BNNK, dan instansi terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta mewujudkan lingkungan Lapas yang bersih dari narkotika dan barang terlarang.










