Bangli – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Tembuku tampak khidmat mengikuti apel pagi yang berbeda dari biasanya, Selasa (22/9/2026). Bukan guru mereka yang memberikan amanat, melainkan jajaran Sat Binmas Polres Bangli.
Sejak pukul 07.30 WITA, Lapangan SMPN 1 Tembuku disulap menjadi ruang pembinaan tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, baik di keluarga, sekolah, maupun di masyarakat.
Kasat Binmas Polres Bangli Ak I Wayan Wisata yang turun langsung memimpin kegiatan ini menekankan bahwa pelajar adalah garda terdepan penjaga kamtibmas di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Kami ingin adik-adik tidak hanya pintar pelajaran, tapi juga sadar pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di kampus sekolahnya sendiri,” Ujarnya di hadapan siswa.
Penyuluhan kemudian mengerucut pada dua isu yang dekat dengan dunia remaja saat ini: tertib berlalu lintas dan bullying.
Terkait lalu lintas, ia mengingatkan bahwa masih banyak pengguna jalan yang abai aturan. Padahal, kecelakaan terjadi karena empat faktor utama yakni faktor manusia, kendaraan, jalan, dan cuaca. Kombinasinya bisa fatal, seperti memacu kecepatan berlebihan hingga ban pecah.
Tak kalah penting, ia mengingatkan soal Catur Guru dan bahaya bullying. Empat guru yang wajib dihormati: Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), Guru Wisesa (pemerintah), dan Guru Swadiaya (Tuhan).
“Jangan pernah melakukan bullying kepada teman, baik verbal, fisik, maupun di media sosial. Dampaknya bisa merusak mental dan masa depan teman kalian,” tegasnya.
Materi dilanjutkan oleh Ps. Kanit Bintibsos Sat Binmas Aiptu I Wayan Rapi Ia menjelaskan masa remaja adalah masa pencarian jati diri, di mana emosi masih labil dan rasa ingin mencoba hal baru sangat tinggi.
Jika tidak dikelola dengan baik, remaja mudah terjerumus dalam kenakalan remaja seperti narkoba, pergaulan bebas, tawuran, hingga free sex.
Kepala Sekolah SMPN 1 Tembuku menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara polisi dan sekolah terus berlanjut agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral menjaga lingkungannya.
Kegiatan yang diikuti oleh guru dan seluruh siswa SMPN 1 Tembuku itu berakhir dengan tertib dan penuh antusias.










